Pacar Idaman Itu Pendaki

Mereka yang gemar melangkahkan kaki untuk menggapai puncak-puncak tertinggi, mereka yang tidak keberatan membawa keril berisi bahan makanan dan peralatan berkemah, Kadang kebanyakan dari mereka itu dekil, rambutnya gondrong, brutal, dan nggak ada aturan. mereka yang rela menghabiskan waktu berhari-hari di dalam hutan demi bisa mengalahkan diri sendiri. Penasaran kan kenapa kamu harus mempertimbangkan dia yang gemar mendaki gunung untuk menjadi calon pasangan idaman?





1. Terbiasa menetapkan target
Orang yang sukses adalah mereka yang berani menetapkan target dan mematuhinya. Ya iya juga sih, apa gunanya target tinggi tapi gak ada usaha untuk menjangkaunya? Pendaki gunung sudah akrab dengan kebiasaan yang satu ini. Mereka terbiasa menetapkan tujuan akhir yang harus dicapai dalam setiap pendakian. Sebelum pendakian dimulai, dia akan memperhitungkan waktu dan tenaga yang dimiliki kemudian menyesuaikannya dengan rute yang akan dihadapi. Dia bisa dengan tepat menetapkan target sesuai sumber daya. Kemampuan ini oke banget jika diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kamu gak perlu khawatir punya pacar selo yang gak punya target dalam hidup kalau pacaran sama pendaki gunung.

2. PENDAKI GUNUNG ITU SETIA


Yang paling penting dalam hubungan berpacaran adalah kesetiaan. Dan kebanyakan anak gunung itu setia. Karena, dia pasti bakal mengajak kamu naik gunung. Kalau diajak naik gunung, kamu bisa menyelami hobinya dan mungkin aja bakal jadi suka naik gunung. Selain itu, kamu jadi bisa berkenalan dengan teman-temannya. Hal itu memang sengaja dilakukan oleh dia untuk membuktikan bahwa dia memang setia dan nggak pernah punya niat untuk selingkuh.
Karena sudah sibuk di gunung, pendaki gunung biasanya jadi malas melakukan hobi lain, misal jalan ke mall,atau nonton konser. Jadi, kesempatan untuk bertemu dengan teman cewek baru pun sangatlah kecil. jadi kemungkinan besar, mereka nggak mendapatkan peluang untuk selingkuh.

3. Punya Semangat Untuk Mengalahkan Diri Sendiri

Musuh terbesar seseorang sebenarnya bukan orang lain atau lingkungan di sekitarnya, melainkan dirinya sendiri. Inilah filosofi yang dipegang oleh kebanyakan pendaki gunung. Kegiatan mendaki dipahami sebagai proses mengalahkan batas diri sendiri. Menantang diri untuk mengalahkan rasa letih demi menjejakkan kaki di puncak.
Pasanganmu yang gemar mendaki gunung tahu bahwa tujuan akhirnya gak akan bisa dicapai jika dia tidak keras pada dirinya sendiri. Dalam kepalanya akan bergaung suara, “Ayo jalan 5 langkah lagi!” setiap kakinya hendak mogok minta berhenti. Dia gak mau dikalahkan oleh rasa capek, malas, lapar ataupun dingin. Dia bisa mengontrol dirinya untuk terus berjuang mengalahkan semua keengganan yang muncul dari beratnya proses pendakian.

4. Dia Pasti Rendah Hati

Pendaki yang baik tidak pernah merasa dirinya lebih hebat dari orang lain. Walaupun dia sudah pernah menjejakkan kaki di berbagai tanah tertinggi, dia gak akan merasa lebih baik dari mereka yang belum. Pendakian justru menyadarkan bahwa di tengah ganasnya alam, manusia itu nggak ada apa-apanya.
Jika kamu memutuskan untuk menjalin hubungan cinta dengan seorang pendaki gunung, jangan kaget bila dia sering mengingatkanmu agar jangan merasa punya kemampuan diatas orang lain. Nggak heran sih, kebijaksanaan ini memang dia dapatkan dari semua pendakian yang pernah dilalui.
Dia sudah pernah menemui pendaki berusia lanjut yang segar bugar, dia pernah merasakan hampir mati karena hipotermia, dia juga pernah tersesat dan hanya mengandalkan insting untuk menemukan jalur yang benar. Di depan alam ciptaan Tuhan, dia sadar bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa.



5. Bisa Diandalkan

Pasangan yang bisa diandalkan adalah dia yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Dia udah gak lagi galau hidupnya mau dibawa kemana, dia sudah tahu apa yang benar-benar ingin dia lakukan dalam hidupnya. Proses mendaki gunung memberikan seseorang kesempatan untuk berdialog dengan dirinya sendiri dan menyelesaikan ganjalan dalam hati. Kamu gak perlu lagi takut kehilangan dia ditengah perjalanan, atau tiba-tiba harus banting setir 180 derajat. Dia sudah menetapkan rute yang ingin ditempuh. Bahkan jauh sebelum bertemu kamu.

6. Luwes Tapi Efektif

Pendaki gunung adalah orang yang terbiasa dengan perubahan. Dia bisa dengan cepat menyesuaikan diri saat ada perubahan cuaca yang membuat perjalanan terhenti. Walau mengeluarkan kerangka tenda dan mendirikan tenda itu ribet, tapi dia gak akan mengeluh saat terpaksa harus nge-camp karena cuaca buruk.
Dia adalah pribadi yang fleksibel namun di lain sisi juga sangat efektif dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Walau harus mengubah ritme perjalanan, bukan berarti waktu pendakian molor. Dia harus tetap memperhitungkan kondisi logistik yang kian menipis. Kualitas macam ini nggak dimiliki oleh semua orang. Dan biasanya, mereka yang bisa dengan luwes membawa diri namun tetap efektif bekerja adalah mereka yang bisa sukses.

7. Dia Paham Makna “Rumah” dan “Pulang”

Seorang pendaki gunung tahu benar arti hangatnya sebuah rumah. Pada pendakian-pendakian panjangnya dia sering duduk, memandang bintang dari dataran setinggi 3000 meter diatas permukaan laut, membayangkan hangatnya rumah yang ditinggalkan. Tidak jarang rasa rindu ingin pulang jadi kekuatan saat langkahnya sudah sempoyongan dihadang trek yang payah.
Dia akan menghargai makna “pulang”, “rumah” dan orang-orang yang berada di dalamnya. Beruntunglah kamu jika pada pelukmu lah dia selalu menemukan hangatnya rumah yang jadi sumber semangatnya menuntaskan pendakian.
8. PENDAKI GUNUNG ITU SABAR
Siapa yang gak setuju kalau mendaki gunung, dari kaki gunung sampe puncak gunung itu membutuhkan kesabaran, keuletan, ketelatenan, dan ketabahan?
Kesabaran adalah salah satu kunci keberhasilan para pendaki gunung mencapai puncak. Sekali dia gak sabaran, dia akan quit dan pulang. Tapi, kebanyakan para pendaki gunung itu punya batas kesabaran di atas rata-rata. Meskipun lelah, letih, lesu, dan loyo, tapi dengan sabar dia mendaki tanjakan demi tanjakan agar sampai ke puncak gunung.
Kamu suka ngambek? Betek? Bencik? Uring-uringan gak jelas? 
Ngadepin gunung yang rajanya PHP aja doi sabar, apalagi cuma ngadepin kamu?



9. PENDAKI GUNUNG ITU ROMANTIS
Siapa bilang pendaki gunung itu cuek, gak peduli penampilan, gak peduli pasangannya, dan gak romantis?
Pendaki gunung itu the most romatic people lagi, kalau kamu mau tahu.
Coba pikirin, ketika kamu lagi sedih, cemas, dan marah-marah karena tau doi mau mendaki gunung, dia cuma memandang kamu dalam-dalam, lalu memelukmu sambil berkata:
"Jangan khawatir. Aku pasti pulang. Buat kamu....,"
Kapan lagi bisa digituin? Kapan lagi?

10. PENDAKI GUNUNG ITU CINTA KEBERSIHAN
Pernah dimarahin sama pacar kamu yang pendaki gunung itu gara-gara buang sampah sembarangan? 
NAH! 
Gak cuma sama kamu, bahkan sama orang yang gak dikenal pun dia berani marah-marah kalo buang sampah sembarangan. 
Coba, bakal sebersih apa rumah tangga kalian kalau sama pendaki gunung? #eh


11. PENDAKI GUNUNG ITU MELINDUNGI
Banyak banget kejadian yang bisa terjadi di gunung, misalnya, gelinding dari atas terus kepentok batu, dan mati.
Misalnya, kepisah dari rombongan, terus ilang berminggu-minggu, dan tau-tau pas ketemu udah mati.
Misalnya, ketemu macan dan.... Lah ngapa gue jadi nakut-nakutin.
Tapi, hal itu gak akan terjadi karena para pendaki gunung itu saling melindungi satu sama lain. Memastikan temen-temennya aman. Membuat suasana jadi lebih hidup. Ngejagain temen-temennya.
Coba kalau sama kamu, pasti bakal dia jaga sepanjang hidupnya


12. PENDAKI GUNUNG ITU FUN & MENYENANGKAN!
Kecuali adi yang ada di cerita [Bukan] Cerbung Semeru, kebanyakan para pendaki gunung itu menyenangkan! Saling buli-bulian, lucu-lucuan, kadang kentut-kentutan.
Padahal, bisa jadi itu baru pertama kali ketemu sama rombongannya. Bisa jadi hatinya lagi resah karena sesuatu.
Tapi, mereka tetap berusaha membuat suasana jadi hidup dan menyenangkan! Bukan apa-apa, mendaki gunung kalau diem-diem aja itu bakalan terasa garing dan cepet capek.
Pacaran sama pendaki gunung? Gak bakalan garing!

13. PENDAKI GUNUNG ITU MOTIVATOR HANDAL
Coba kasih tau gue, siapa motivator yang dirimu kenal. Mario Teguh? Billy Boen? Agung Hercules? Bondan Winarno?
Lewat semua sama kemampuan para pendaki gunung memotivasi orang lain!
Mereka tuh hebat-hebat lagi dalam memotivasi teman-temanya supaya tetap bertahan. Biar bisa sampe puncak sama-sama. Biar bisa pulang bareng-bareng.
Mereka akan selalu ada di setiap kelelahanmu, kegetiranmu, dan kesedihanmu menjalani pendakian sampai berhasil mencapai puncak sama-sama.
Gimana kalau kamu lagi pusing soal skripsi? Kerjaan? Jati diri? Persoalan hidup?? Bakalan dapet motivasi membangun.
Masih kepikiran buat mandang sebelah mata pendaki ?
Kamu yakin?
Tapi kamu harus pinter ya jangan di bohongi sama pendaki alay yang demam 5.cm

Comments

Popular Posts